Sistem Manufaktur
|
Manajemen dan Sistem Industri
|
Sistem dan Manajemen Industri
| |
Strata 2
|
Production Manager, Facility Layout and Plant Designer, PPIC Manager, Maintance Manager
|
Operation Director, Quality Assurance Manager, Marketing Manager, Business Excellence Team
|
Plant Energy Manager, Building/Facility Energy Manager, Utility Energy Analyst, Consulting Manager, DSM Manager
|
Strata 1
|
PPIC Officer, Maintance Officer, Production Engineer/Officer,
|
Standard and Procedure Development Officer, Process Planner, Operation staff
|
Utility Energy Auditor, Consulting Engineer, DSM Auditor
|
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
PPIC Manager/Officer:
1. Memastikan pencapaian Sasaran Mutu PPIC
2. Menyusun master schedule dan menetapkan urutan serta lead time dari setiap operasi untuk mencapai tanggal pengiriman sesuai export schedule dari marketing
3. Menganalisa spesifikasi proses produksi dan data kapasitas untuk menentukan alokasi kapasitas produksi.
4. Menetapkan & mendistribusikan jadual produksi dan operasi lainnya
5. Memantau realisasi jadual produksi dan proses operasi lainnya
6. Mempercepat operasi yang terlambat dari schedule dan merubah schedule untuk mengantisipasi masalah yang mungkin timbul.
7. Membuat laporan PPIC secara periodik sesuai kebutuhan perusahaan atau permintaan management.
Maintenance Manager/Engineer/Officer (ME):
1. Memimpin dan Mengawasi sehari-hari aktivitas pekerjaan untuk mendukung
Proyek-proyek yang ada, termasuk perawatan peralatan, mesin
produksi dan instalasi, yang ada seperti, Listrik, telephone, dll.
Proyek-proyek yang ada, termasuk perawatan peralatan, mesin
produksi dan instalasi, yang ada seperti, Listrik, telephone, dll.
2. Mampu membaca dan mengimplementasikan gambar instalasi/design
mesin-mesin.
mesin-mesin.
3. Memahami wiring diagram dan PLC.
Quality Assurance Manager (QA):
1. Audit internal
QA melakukan evaluasi kerja kesemua bagian/departemen yang ada. Saat ini audit internal masih terbatas pada departemen yang berada dibawah plant manager.
2. Audit eksternal
Dilakukan terhadap supplier / pemasok baik bahan baku obat maupun bahan kemas. Saat ini departemen QA belum melakukan vendor audit karena terbatasnya SDM yang ada. Untuk memilih supplier yang dapat dipakai maka QA membuat Protap Kriteria Pemasok.
3. Inspeksi diri
Merupakan penilaian secara jujur terhadap kinerja perusahaan khususnya departemen yang berada dibawah plant manager. Dari hasil penilaian yang diperoleh maka dilakukan evaluasi dan disusun langkah-langkah untuk perbaikan. Inspeksi diri secara umum dilakukan setiap 6 bulan sekali dan juga diwaktu-waktu tertentu sesuai kebijakan perusahaan.
4. Pelatihan karyawan dan staf
Dalam hal ini QA bekerja sama dengan manajer yang bersangkutan. Sebelum pelatihan, QA melakukan evaluasi terhadap materi yang akan diberikan. Untuk mengukur tingkat keberhasilan pelatihan dilakukan pos test dan pengawasan kerja.
5. Pemantauan terhadap penyimpangan
Apabila terjadi penyimpangan pada proses produksi maka QA turut serta dalam mengatasi permasalahan yang ada.
6. Pelatihan tim penanganan penyimpangan
Pelatihan kepada tim penanganan penyimpangan dilakukan bersana-sama dengan manajer yang bersangkutan.
7. Tren analisis terhadap produk bermasalah
Setiap tahun dilakukan analisis terhadap produk-produk yang sering bermasalah kemudian dilakukan evaluasi. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk dilakukan penanganan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.
8. Pembuatan prosedur tetap
Bersama departemen terkait QA membuat prosedur tetap sebagai petunjuk operasional. Protap bersifat singkat, jelas dan mudah dimengerti oleh operator dari berbagai latar belakang pendidikan, tidak perlu menggunakan pendekatan ilmiah yang terlalu rumit, serta gaya penulisan dan tata bahasa yang digunakan mudah dimengerti oleh operator. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan protap diantaranya sistem penomoran dokumen, kode-kode dokumen berdasarkan pengelompokan dokumen serta pendistribusian dan penyimpanan protap.
9. Validasi
QA Manager menjadi ketua komite validasi dengan anggota berasal dari bagian Produksi, QC/IPC, Teknik, R&D, dan bagian lain yang terkait, sesuai dengan jenis pelaksanaan validasi/kualifikasi yang dilakukan.Komite validasi merupakan sebuah team (kelompok) yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program validasi/ kualifikasi dalam industri farmasi yang bersangkutan.
Facility Layout and Plant Designer:
1. Merancang dan memperbaiki layout baik dari pabrik maupun stasiun kerja: Bagaimana susunan dan urutan fasilitas kerja terbaik sehingga aliran barang atau proses bisa berjalan dengan tanpa hambatan atau berbelit-belit sehingga memakan waktu yang berharga. Facility Layout and Plant Designer.
2. Bertanggung jawab terhadap President director mengenai kondisi pada pabrik, terutama pada kegiatan pemeliharaan dan riset dan pengembangan pabrik.
3. Melakukan pemantauan terhadap kondisi pabrik, mesin peralatan serta kondisi fisik bangunan.
4. Melakukan riset pengembangan terhadap pabrik terutam kemungkinan re layout pabrik.
Marketing Manager:
1. Manajer pemasaran bertanggung-jawab terhadap manajemen bagian pemasaran
2. Manajer pemasaran bertanggung-jawab terhadap perolehan hasil penjualan dan penggunaan dana promosi
3. Manajer pemasaran sebagai koordinator manajer produk dan manajer penjualan
4. Manajer pemasaran membina bagian pemasaran dan membimbing seluruh karyawan dibagian pemasaran
5. Manajer pemasaran membuat laporan pemasaran kepada direksi
Consulting Manager/Engineer:
Tugas yang paling penting dari sebuah konsultan manajemen adalah membimbing individu dalam struktur manajemen, membahas gaya manajerial saat ini manajer dan menyarankan perubahan perilaku positif. Konsultan manajemen harus tetap berhubungan dengan manajer sepanjang masa konsultasi, sehingga dapat memperbaiki masalah kemungkinan dikeluarkan oleh adopsi gaya manajerial baru. konsultan manajemen Inggris memandu klien dengan ide-ide segar dan memiliki pengalaman bertahun-tahun konsultasi interaksi di dunia usaha.
Process Planner:
1. Bertanggung jawab terhadap proses produksi kepada Production Manager.
2. Melakukan pengawasan terhadap proses produksi mulai dari, penerimaan bahan baku, proses produksi, serta proses penyimpanan pallet.
3. Melakukan pengawasan terhadap karyawan pada bagian produksi.
4. Mengatur pengupahan karyawan Daily Paid .
Production Manager/Officer:
1. Bertanggung jawab dalam melakukan fasilitasi supervisi langsung terhadap supervisor ,kepala regu yang dibawahinya (serta mampu mensupervisi secara tidak langsung semua karyawan yang berada di bawah tanggung jawabnya),hal ini termasuk dalam memberikan bimbingan /pelatihan kepada anak buah guna mencapai tingkat batas minimum kemampuan yang diperlukan bagi teamnya dan mendisiplinkan anak buahnya sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku di perusahaan.
2. Bertanggung jawab dalam mencapai tingkat kuantitas (output), kualitas dan schedule produksi serta tingkat utilisasi mesin produkssi yang telah ditetapkan dan disepakati bersama.
3. Bertanggung jawab dalam pemenuhan standard kualitas hasil produksi sesuai dengan tingkat kebutuhan Customer & Schedule pengiriman hasil produksi sesuai PPIC schedule.
4. Bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan standard kebersihan lingkungan kerja (keteraturan/kerapihan lingkungan kerja).
5. Bertanggung jawab dalam melakukan koordinasi dan membina kerja sama team yang solid.
6. Bertanggung jawab dalam membuat laporan secara berkala kepada atasannya atas hasil kerjanya beserta analisa permasalahannya, tindakan – tindakan perbaikan atas permasalahan tersebut serta batas waktu estimasi penyelesaian masalah – masalah tersebut secara singkat , padat dan kongkrit.
Operation Director:
1. Menjaga kontinuitas produksi software.
2. Mempertahankan suatu produksi software standart perusahaan yang telah ditetapkan.
3. Mengikuti perkembangan produksi software perusahaan agar dapat diadakan peningkatan produksi software yang lebih baik dalam penyempurnaan produksi software.
Business Excellence Team:
1. Menyusun laporan keuangan seluruh departemen perusahaan.
2. Mengelola dan mengendalikan keuangan perusahaan pada perusahaan tersebut.
3. Bersama dengan Production Director menyusun laporan keuangan produksi, mulai dari biaya pemebelian bahan baku, tenaga kerja, proses sampai dengan biaya pengapalan.
4. Melakukan pengelolaan terhadap administrasi upah staff maupun karyawan.
Building/Facility Energy Manager:
1. Bertanggung jawab terhadap President director mengenai kondisi pada pabrik, terutama pada kegiatan pemeliharaan dan riset dan pengembangan pabrik.
2. Melakukan pemantauan terhadap kondisi pabrik, mesin peralatan serta kondisi fisik bangunan.
3. Melakukan riset pengembangan terhadap pabrik terutam kemungkinan re layout pabrik.
KODE ETIK:
Production Manager/Engineer/Officer:
1. Menerima tanggung jawab dalam penganmbilan keputusan engineering yang taat asas pada keamanan kesehatan dan kesejahteraan publik, dan segera menyatakan secara terbuka faktor-faktor yang dapat membahayakan publik atau lingkungan.
2. Menghindari konflik interes nyata atau yang terpikirkan sedapat mungkin, dan membukakannya pada para pihak yang terpengaruh ketika muncul.
3. Akan jujur dan realistis dalam menyatakan klaim atau perkiraan menurut data yang tersedia.
4. Menolak sogokan dalam segala bentuknya.
5. Mengembangkan pemahaman teknologi, aplikasi yang sesuai dan kemungkinan konsekuensinya.
6. Menjaga dan mengembangkan kompetisi teknis dan mengambil tugas teknologi yang lain hanya bila memiliki kualifikasi melalui pelatihan atau pengalaman, atau setelah menyatakan secara terbuka keterbatasan relevansi kami.
7. Mencari, menerima, dan menawarkan kritik pekerjaan teknis, mengakui dan memperbaiki kesalahan, dan menghargai selayaknya kontribusi orang lain.
8. Memperlakukan dengan adil semua orang tanpa bergantung pada faktor-faktor seperti ras, agama, jenis kelamin, keterbatasan fisik, umur dan asal kebangsaan.
9. Berupaya menghindari kecelakaan pada orang lain, milik, reputasi, atau pekerjaan dengan tindakan salah atau maksud jahat.
10. Membantu rekan sejawat dengan rekan sekerja dalam pengembangan profesi mereka dan mendukung mereka dalam mengikuti kode etik ini.
Marketing Manager:
1. Hal yang diperlukan seorang marketing adalah untuk memastikan bahwa konsumen mendapatkan produk terbaik yang benar-benar bermanfaat baginya.
2. Fungsi marketer adalah untuk membahagiakan konsumen dengan produk yang dipasarkannya bukan untuk memperdayai mereka; atau menguras uang mereka, agar mencapai target penjualan semata.
Maintenance Manager/Engineer/Officer (ME):
1. Akan jujur dan realistis dalam menyatakan klaim atau perkiraan menurut data yang tersedia.
2. Menolak sogokan dalam segala bentuknya.
3. Mengembangkan pemahaman teknologi, aplikasi yang sesuai dan kemungkinan konsekuensinya.
4. Menjaga dan mengembangkan kompetisi teknis dan mengambil tugas teknologi yang lain hanya bila memiliki kualifikasi melalui pelatihan atau pengalaman, atau setelah menyatakan secara terbuka keterbatasan relevansi kami.
5. Mencari, menerima, dan menawarkan kritik pekerjaan teknis, mengakui dan memperbaiki kesalahan, dan menghargai selayaknya kontribusi orang lain.
Quality Assurance Manager (QA):
1. Memberikan hasil yang sebenar-benarnya mengenai evaluasi kerja kesemua bagian/departemen yang ada.
2. Melakukan audit terhadap supplier / pemasok baik bahan baku obat maupun bahan kemas tanpa mengurangi data yang ada.
3. Melakukan penilaian secara jujur terhadap kinerja perusahaan khususnya departemen yang berada dibawah plant manager.
4. QA melakukan evaluasi terhadap materi yang akan diberikan. Untuk mengukur tingkat keberhasilan pelatihan dilakukan pos test dan pengawasan kerja.
5. Melakukan analisis terhadap produk-produk yang sering bermasalah kemudian dilakukan evaluasi dengan sejujur-jujurnya dan tidak berorientasi pada keuntungan pribadi.
Facility Layout and Plant Designer:
1. Akan jujur dan realistis dalam menyatakan klaim atau perkiraan menurut data yang tersedia.
2. Menolak sogokan dalam segala bentuknya.
3. Mengembangkan pemahaman teknologi, aplikasi yang sesuai dan kemungkinan konsekuensinya.
4. Menjaga dan mengembangkan kompetisi teknis dan mengambil tugas teknologi yang lain hanya bila memiliki kualifikasi melalui pelatihan atau pengalaman, atau setelah menyatakan secara terbuka keterbatasan relevansi kami.
5. Mencari, menerima, dan menawarkan kritik pekerjaan teknis, mengakui dan memperbaiki kesalahan, dan menghargai selayaknya kontribusi orang lain.
6. Berupaya menghindari kecelakaan pada orang lain, milik, reputasi, atau pekerjaan dengan tindakan salah atau maksud jahat.
PPIC Manager/Officer:
1. Memastikan pencapaian Sasaran Mutu PPIC
2. Memantau realisasi jadual produksi dan proses operasi lainnya
3. Tidak memanipulasi data mengenai PPIC untuk kepentingannya pribadi.
4. Menjadwalkan produksi sesuai dengan sumber daya yang ada.
5. Merahasiakan data penjualan produksi kepada pihak luar.
6. Mengemban tanggung jawab untuk keseluruhan lantai produksi disuatu perusahaan.
Consulting Manager/Engineer:
Membimbing individu dalam struktur manajemen seadil-adilnya tanpa membedakan ras, suku bangsa jenis kelamin, usia, agama dan lain-lain dan kemudian membahas gaya manajerial saat ini manajer dan menyarankan perubahan perilaku positif. Konsultan manajemen harus tetap berhubungan secara baik dengan manajer sepanjang masa konsultasi,
Process Planner:
1. Bertanggung jawab terhadap proses produksi kepada Production Manager.
2. Mengawasai proses produksi mulai dari, penerimaan bahan baku, proses produksi, serta proses penyimpanan pallet secara benar.
3. Melakukan pengawasan terhadap karyawan pada bagian produksi secara adil dan tidak membeda-bedakan.
4. Mengatur pengupahan karyawan Daily Paid sesuai dengan ongkos pekerja yang telah disepakati.
Production Manager/Officer:
1. Bertanggung jawab dalam melakukan fasilitasi supervisi langsung terhadap supervisor, kepala regu yang dibawahinya secara adil dan tidak berpihak pada siapa pun.
2. Berusaha untuk mencapai tingkat kuantitas (output), kualitas dan schedule produksi serta tingkat utilisasi mesin produkssi yang telah ditetapkan dan disepakati bersama.
3. Berusaha untuk memenuhi standard kualitas hasil produksi sesuai dengan tingkat kebutuhan Customer & Schedule pengiriman hasil produksi sesuai PPIC schedule.
4. Bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan standard kebersihan lingkungan kerja (keteraturan/kerapihan lingkungan kerja).
Operation Director:
1. Menjaga kerahasiaan software yang digunakan pada proses produksi.
2. Mempertahankan suatu produksi software standart perusahaan yang telah ditetapkan.
3. Mengikuti perkembangan produksi software perusahaan agar dapat diadakan peningkatan produksi software yang lebih baik dalam penyempurnaan produksi software.
Business Excellence Team:
1. Menyusun laporan keuangan seluruh departemen perusahaan dengan sejujur-jujurnya.
2. Mengelola dan mengendalikan keuangan perusahaan pada perusahaan tersebut dan dapat mempertanggungjawabkan tugasnya.
3. Bersama dengan Production Director menyusun laporan keuangan produksi, mulai dari biaya pemebelian bahan baku, tenaga kerja, proses sampai dengan biaya pengapalan sesuai dengan data keuangan yang dikeluarkan tanpa memanipulasi data tersebut.
Building/Facility Energy Manager:
1. Bertanggung jawab terhadap President director mengenai kondisi pada pabrik, terutama pada kegiatan pemeliharaan dan riset dan pengembangan pabrik.
2. Memantau terhadap kondisi pabrik, mesin peralatan serta kondisi fisik bangunan dan melaporkannya kembali kepada president director dengan sebenar-benarnya.
Sumber:
http://andreasgerald.blogspot.com/2012/06/profesi-profesi-lulusan-sarjana-teknik.html