Jumat, 29 Maret 2013
Senin, 11 Maret 2013
Ta'ARUF VS pACARAN
Satu kalimat pembuka yang susah, mau tanya aja, ” Sudah punya pacar belum?” [ lho..?!?!? ]. Pacaran, sudah perkara basi untuk dibahas. Tapi kenapa juga, masih banyak orang yang pacaran. Bahkan kuantitasnya makin lama makin menjadi. Dan lebih miris lagi virus ini menjangkiti mereka yang katanya udah “ngerti” agama. Hayo..?!?!?
Teringat, sebuah pertanyaan teman ROHIS SMA yang sedang futur waktu itu. lantaran ada ikhwan yang menembaknya, [ wuih ternyata mati beneran ]. Dia pernah bertanya, ” Mang kalo mau menikah tanpa pacaran, mang bisa ?” Belum sempat saya menjawabnya ia emberondong lagi dengan� pertanyaan yang lain ” Mang bisa kita menikah dengan orang yang ga jelas kepribadiannya?” ” Mang bisa kita langsung enjoy hidup dengan seseoarng yang kita kenal asal usulnya..?” ” Mang bisa…” Belum sempat aku menjawab, dia sudah ngeloyor pergi. Sebuah ekspresi yang sulit sekali aku melupakannya.[ Duw..]Pacaran, kenapa dilarang?. Sudah ku katakan hal ini sudah basi untuk dibahas. Tapi ingatan itu masih terlalu jelas untuk tidak kutulis menjadi sebuah tulisan. sebuah tulisan yang tidak bermaksud untuk mendoktrin, tidak bermaksud untuk menggurui, bukan maksud hati ingin menyakiti, dan bukan maksud hati pula sok suci. Open ur eyes, open ur mind. Sungguh.. i love u coz Alloh semata, tulisan ini kutulis untukmu. Sungguh, karena aku sangat menyayangimu, kuberanikan lagi menulis ini untukmu. Sungguh, karena aku sangat menghormatimu kubiarkan lentik jari terus menari.
Teringat lagi, sebuah perjalanan makan malam keluarga bersama umi dan abi. Warung sate, langganan kami. Tiba-tiba datang seorang bapak-bapak datang menyapa, memberikan setuas senyum kecil menawannya. kami-pun tersenyum padanya. Ada perasaan laen yang kurasakan, entah apa itu, hawa yang lain. Tiba-tiba pula datang seorang perempuan berjilbab kecil memberikan senyum manisnya untuk kami, kami-pun tersenyum padanya. Sungguh suatu aib jika membuka aib keluarga, tapi insya Aloh ini bukan aib. Seperti layaknya keluarga yang lain, manisnya keindahan keluarga kurang berasa tanpa garam. Begitu juga sebuah miniatur kebahagian keluarga adakalanya juga terkoyak oleh sesuatu apapun itu, namanya juga kehidupan ada suka dan duka saling melengkapi. Ceritanya, sehabis makan malam itu abi dan umi bertengkar. Sebenarnya ga mau nguping, tapi terdengar sendiri pertengkaran itu, hanya karena kedua orang yang kami temui di Warung sate malam tadi.� Usut punya usut, ternyata kedua orang itu pada waktu mudanya pernah terlibat asmara dengan umi ataupun abi, katanya seh sempat pacaran. untung saja pertengkaran kecil tadi, cuman sebentar. Kalo lama-lama pasti saya udah nangis. [ hiks hiks ]
Dari sini saya berkesimpulan, mau ga mau hubungan 2 insan lain jenis, itu mampu menimbulkan kesan tersendiri. Entah itu nol koma berapa persen pasti ada kesan tersendiri, mungkin juga aku dengan kamu yang membaca tulisan ini pernah juga ada kesan. [ halah.. lha kok PD ]. So, boleh jadi kamu yang sekarang yang lagi pacaran, juga akan mempunyai kesan terhadap pacar kamu yang nantinya akan berefek ga baik pada keluarga yang kamu bina kelak.
Teringat lagi, akan sebuah cerita seorang temen yang suka ngajak curhat, ” Pacarku ga pernah bisa memberikan kebahagian kayak pacarku yang dulu.. ” ( sambil terisak-isak ) Saya harus ngomong apa coba, kalo diajak curhatan masalah beginian. Saya bilang nyeplos aja, ” Boleh jadi pacarmu berikutnya juga bilang hal yang sama seperti itu ” [ huu.. jahat banget seeh ]. saya juga ga nyadar juga, kata-kata sensitif itu akhirnya keluar juga, pada dasarnya saya benci pacaran, eh malah diajak curhatan beginian so hilang degh kesabarannya. Tapi ternyata ada ibrohnya juga, yups anda benar cewek tadi sekarang ga pacaran lagi [ Alhamdulillah tenan..]. Pacaran akan menimbulkan efek banding membandingkan.
Belum lagi kalo pacarannya ngenes, alias menyeramkan!. Dari sisi manapun. wanitanya selalu dirugikan. Yach, kalo cuman pegang-pegangan, kalo lebih dari itu lha sangat repot. Enak aja itu cowok, menikmati keindahanmu, sedang kamu ga diberikan imbalan apa-apa, paling-paling cuman rayuan, traktiran, dan barang pemberian, heran ya.. kok mau maunya keindahan diganti dengan barang yang kenikmatannya hanya beberapa detik saja. So, apa pendapatmu selanjutnya? masih mau pacaran?.
Terus kalo ga pacaran, gimana nikahnya?. Ya ta’ruf dong. Ta’aruf artinya perkenalan. Lalu berapa seseoarang memasuki tahap ta’aruf?. Sebenarnya ga ada dalil yang pas yang menerangkan dengan jelas. Tapi klo bisa ya secepatnya. Nah, yang ingin saya tekankan tuh disininya. Kadang memaknai ta’aruf dengan pacaran Islami. Jujur, saya sendiri sebenarnya paling sebel kalo nama sesuatu ditambah-tambahin dengan embel-embel Islami untuk melegalkan sesuatu yang semestinya tidak legal.
salah seorang teman pernah mengeluhkan, lha wong ta’arufnya sudah jalan selama 2 bulan eh kok ga jadi nikah seeh. Ya memang bukan jaminan, ketika ta’aruf langsung jadi nikah. Karena ada faktor x yang mungkin bercokol didalamnya. Trus ada teman lagi yang mengeluh, ” ihh ga syar’i banget seeh.. masak si ikhwan datang mulu ke kost..” yang lain nimpalin ” Eh gapapa no, khan mereka sudah ta’ruf 3 bulan lagi mau nikah ..”. Hah, jadi seperti ini potret remaja Islam kita. [ Sedih campur sebeel ]
Akhi wa ukhty yang namanya ta’aruf itu tuh bukan seperti pacaran Islami. Belum halal untuk dimiliki, walaupun sudah di khitbah. Khitbah ( peminangan ) itu aja sudah yang benar-benar mendekati fase-fase nikah aja masih belum halal untuk diperlakukan sebagai suami/istri. Egh ini malah-malah baru ta’aruf sudah seperti ini. ” Ya Muqollib Al qulub tsabiit, qulubananaa fii diniik! ” wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati ini selalu dalam agamaMu. Hati sesuatu yang tidak bisa ditebak, susah dimengerti, dan susah untuk dijaga. Seeiring berlangsungnya fase ta’aruf semoga hatimu selalu terjaga, masih terhijab olehNya, masih terhijab oleh takut akan siksaNya. Huallohu ‘alam saya nanti, tapi kalo sudah seperti kasus ini saya sangat benci. [ duw malah curhat..]
Saya sempet kaget, ada banyak metode berta’aruf dengan calon pasangan. Pernah saya berdiskusi dengan salah seoarng teman salafy [ entah salafy abu nida, atau abu isa, atau anu yahya]. Ta’aruf bisa dilakukan dengan 3 metode
1. Melihat muka dan telapak tangan. Ini hadis yang meriwayatkan ada lh0.. Telapak tangan yang bagus seorang wanita [ ini juga kata hadist neeh ..] yang runcing jarinya, dan� di pangkal kuku ada putih-putihnya. Semakin lebar putih-putih kukunya makin bagus, katanya seeh menandakan kesuburan wanita itu.
2. Melihat seluruh tubuhnya. Ya bukan calonnya yang melihat, tetapi menyuruh orang untuk melihatnya, apakah sesuai dengan keinginan atau tidak. Kalo tidak ya sudah dibatalkan, kalo sesuai ya lanjut. Tapi ada yang pernah bilang,� calonnya juga gpp. [ wah pas waktu diskusi gitu, saya langsung marah-marah..! huu dasar ikhwan..! Fisik banget seeh]
3. Memberikan biodata diskripsi diri. watak dan fisik tanpa foto. Gitu ..
Beda lagi klo teman dari tarbiyah PKS [ hehhe bukan maksud hati menonjolkan golongan-golongan] hanya biar nampak aja perbedaan metode taarufnya. Setiap kader yang sudah siap nikah diberikan proposal pernikahan, jangan salah proposal nikah ini berbeda formatnya dengan proposal lembaga untuk nyari sponsorship [ hehe ]. setelah proposal nikah tadi diisi, bisa liat form proposal nikah di http:/dudung.net waktu itu masih ada tulisannya. Nah proposal berisi biodata diri, foto dan kriteria calon yang diinginkan. Boleh diberikan kepada calonnya langsung [ klo udah punya calon dan calon udah siap nikah juga ] atau diserahkan ke murrobi untuk selanjutnya diproses. kalo udah beberapa proses ta’aruf, eh ternyata ga jadi melulu, maka kader tadi akan diikutkan dalam dauroh. namanya Dauroh SAMARA. Ada 3 tahap dauroh SAMARA, dari dauroh SAMARA 1-3.Selang diikutkannnya dauroh, ia akan terlibat proses ta’aruf terus. Ya namanya juga dauroh SAMARA materinya juga mengulas tentang keluarga abis degh. Metode ini juga pas ta’aruf nya ditemani orang lain, biar syetan ga muncul diantara keduanya. So pacaran, metode pra nikah yang kuno dan ga syar’i berdosa lagi.
Tapi bagaimana mungkin bisa menjaga hati kalo ta’arufnya aja lama banget. Yach gimn lagi ada alasan ini alasan itu yang ga bis aditolelir, kunci nya cuman satu pren, jaga intensitas ketemu. Ga usah sering telpon-telponan, ga usah sering sms-an, klo tinggal nunggu kenikmatan sebentar lagi, kenapa harus nyuri-nyuri, kenapa ga sabar, sedang rosul saja begitu sabarnya menunggu aisyah sejak dipinang pada usia 9 tahin� untuk menjadi istrinya, beliau juga manusia yang punya nafsu juga lho.. . Subhanalloh Rosululloh bisa, kenapa kita enggak. So benar-benar kita baru dalam kondisi istijrot, sedang diberi ujian kenikmatan maka janganlah lalai. Bahkan ada fenomena ngetek duluan, nembak dulu, nikahnya ntar pas abis lulus, duw lamanya, bisa tahan??. Bisa jamin kamu tidak mati dalam kondisi yang hati yang sakit karena ternodai?
” Sesungguhnya yang kutakutkan atas umatku adalah fitnah syahwat dan fitnah syubhat.. ” Rosululloh aja khawatir ke kita, kenapa tidak boleh aku khawatir terhadapmu.
Teringat lagi orang-rang kereen yang kukagumi, seoarng mbak kost ku dulu di AN-NISA. 3 hari sebelum hari H walimahan, ia mengumpulkan kami sambil makan bareng dia bialng kalo 3 hari lagi ia akan menikah, kita shock abis, kenapa ia ga cerita-cerita sama sekali ketika ia mengambil keputusan besar itu. Dan darinya kami tidak mendapati zina hati secuilpun, wuih kereen, bukanlah keren karena ia modis abis, bukanlah keren karena beliau cantik abis, tapi kereen yang bisa menjaga izzahnya sampai tak pacaran hingga pernikahan. Dan setelah hari H nya subhanalloh sekali ikhwan suaminya itu perfect banget keikhwanannya, sekufu degh. Sungguh alloh maha tahu, siapa yang terbaik untuk hambanya. Dan usut punya usut ikhwan tadi juga ga pernah tuh namanya pacaran, kereen tho. Semua pasti menginginkan yang masih benar-benar virgin hatinya, belum pernah menduakanNya, hingga akupun menginginkan orang yang menjadi pendampingku nanti adalah orang yang menjadikanku cinta pertamanya, belum pernah mencintai orang lain dan berpacaran dengan orang lain.. [ hehe .. just a dream ] Boleh jadi apa yang kita inginkan, tidak sama dengan apa yang kita dapatkan, semua Alloh-lah yang mengatur. Sekarang yang jadi kunci utamanya adalah perbaiki diri dulu, insya Alloh orang yang diberikan kepada kita adalah orang yang selalu memperbaiki diri, amien..!
” Sesungguhnya wanita yang baik untuk lelaki yang baik ”
Ta'aruf tapi mesra
Bismillahirrahmanirrahim..
” Assalamualaikum ukhti, jangan lupa makan ya? ana nggak mau kalau nanti jadi istri ana, ukhti kena sakit maag atau kurusan.”SMS dikirim..
SMS diterima..
“Wa’alaikumsalam akhi, iya akhi. Insyaallah ana nggak telat makan. Makasih banget ya, masih ta’aruf aja udah diperhatikan seperti ini apalagi nanti kalau jadi istri akhi, pasti jadi wanita paling bahagia.”
====================================
WoW.. PEDE aja gitu, SMS an dengan kata mesra yang bergejolak-jolak bawa kata-kata islami untuk menghalalkan ragam kemesraan.
Tak mudah memang menutupi rasa yang seharusnya tak terungkapkan begitu saja, tak diumbar begitu mudah. Seperti cinta yang tak pernah ada harganya, layaknya para pemuja cinta yang sudah kehilangan kendali bahkan telah hilang dalam mengenali bagaimana rasanya cinta.
Para pejuang cinta yang tidak mengenal cinta karena terlalu sering mengumbar cinta, bahkan agar terkesan islami untuk menutupi keinginan “pacaran” banyak yang menggunakan kata ta’aruf, namun sayangnya didalamnya tak jauh berbeda dengan kemaksiatan yang sudah terencana.
Bukankah para pemulung yang biasa bekerja di tempat sampah sudah begitu terbiasa dengan bau sampah, begitupula maksiat, orang yang biasa berkecimpung dengan baunya maksiat, sudah tidak sadar lagi bahkan tidak terganggu justru ditutupi dengan gaya islami.
Seakan-akan ta’aruf adalah penghalalan sebuah hubungan lawan jenis, bisa mesra-mesraan, bisa sayang-sayang. Aduh Sobat, apa kata akhirat kalau seperti ini terus?
Potret remaja masa kini, dilarang pacaran larinya ke ta’aruf, tapi setelah ta’aruf sama saja ketika berpacaran. Lantas apanya yang mau di syar’i kan kalau kelakuannya sama saja, tidak mengenal batasan dalam berbicara meski dengan dalih ta’aruf.
Apakah telah hilang rasa malu di dunia ini sehingga banyak manusia yang sudah tidak berpikir dengan akal sehat? karena merasa bahwa yang mereka perbuat adalah hal yang benar asal membawa nama agama, nah lho padahal dengan membawa nama agama tapi didalamnya jauh dari apa yang di ajarkan, berarti sudah hilang akal sehatnya, iya apa iya?
Sahabat BMB, bukan maksud ingin menggurui, bukan maksud ingin mencampuri kesenangan kalian, tapi bukankah saya sebagai seorang saudara wajib untuk saling mengingatkan dalam kebenaran?
Ta’aruf bukanlah pacaran yang dengannya kita jadi boleh bermesraan, bahkan setelah khitbahpun yang sudah mendekati fase pernikahan pun masih tidak dibolehkan untuk bermesra-mesraan lewat media manapun, apalagi baru sebatas ta’aruf. Bukankah islam sudah mengatur ta’aruf syari yang bila dilakukan harus ada wali yang mendampingi.
Mari perbaiki diri kita, agar kita dijauhkan dari sifat-sifat jahil. Bukankah wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik pula? Tetaplah berjalan dalam koridor syariat agar Allah selalu meridhoi langkah kita.
(A.I)
http://melanicinta.blogspot.com/2012/03/seputartaaruf-bagi-setiap-aktivis-dawah.html
Minggu, 10 Maret 2013
http://elwah-dityas.blogspot.com/2011/02/pacaran-sebelum-menikah.html
http://www.indonesiaindonesia.com/f/19310-here-hukum-pacaran-menurut-islam/
Pacaran sebelum menikah
I. Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan jaman, banyak kaum remaja seperti mahasiswa, anak SMA, bahkan yang masih duduk dibangku SMP, anak SD, sudah mengenal dan tidak asing lagi ditelinga mereka tentang istilah pacaran. Pacaran sebelum menikah dianggap sudah lumrah oleh remaja pada jaman sekarang, banyak dari mereka yang mengumbar kemesraan di tempat-tempat umum. Menurut mereka pacaran adalah salah satu ajang untuk saling mengenal sifat, karakter, pasangan mereka sebelum sampai pada hubungan yang serius yaitu pernikahan, agar tidak terjadi sebuah kekecewaan nantinya setelah menikah, dalam artian lain sebagai ajang penjajakan satu sama lainnya.
Banyak dari kaum remaja yang menganggap pacaran itu penting, tanpa itu mereka tidak dapat memiliki satu sama lainnya. Padahal, tanpa semua itu mereka juga dapat membedakan mana orang yang baik dan mana yang tidak baik dengan cara berteman ataupun dengan cara mencari informasi secara samar kepada orang-orang terdekatnya untuk mendapat sebuah gambaran tentang sifat orang yang disayangi. Akantetapi dengan seiring kemajuan teknologi modern yang menciptakan alat-alat canggih yang dapat mempengaruhi sifat seseorang remaja. Dengan adanya televisi, internet, dan home teater, memang itu adalah suatu sumber informasi yang dapat memberi pengetahuan lebih terhadap dunia luar, tetapi berdampak buruk pula bagi kalangan remaja yang masih dibawah umur dengan adanya tayangan-tayangan film, sinetron, video, yang mencakup kisah-kisah percintaan, pacaran, dan pergaulan bebas. Sehinggah mereka terpengaruh dan rasa keingintahuan mereka terhadap lawan jenis menimbulkan dorongan untuk hasrat berpacaran .
Selama ini pacaran selalu dikisahkan dengan hal-hal yang romantis, saling mencintai, berbagi kebahagiaan, tempat berkeluh kesah, meluapkan kesendirian. Padahal untuk kaum remaja yang mudah tergoda keimanannya justru berdampak buruk buat diri mereka sendiri. Tanpa berfikir panjang, anak-anak sekolah, kuliahan, mencari kesenangan dengan berpacaran dan mencari seorang pasangan untuk berbagi cerita yang dapat memberi semangat dalam segalah hal. Tapi, mereka tidak sadar banyak waktu yang terbuang sia-sia dimasa remaja, dan menyesal dikemudian hari. Untuk anak sekolahan pacaran hanya dapat menurunkan prestasi belajar mereka karna disibukkan dengan perasaan yang tidak tentu, misalnya kangen dengan kekasih, smsan, telfon-telfonan, nongkrong dipinggir jalan bahkan diruang-ruang yang jarang dilintasi orang.
Ketika sudah lama pacaran, adapula yang sudah bertahun-tahun lamanya, saat giliran waktu untuk disuruh menikah tidak mau, banyak sekali alasan-alasan buat kaum remaja untuk mengulur-ulur waktu. Mereka terbukti tidak cukup berani mengambil keputusan menikah,. Mereka hanya berani mencari tapi tidak mau menikahi, seribu alas an pertimbangan dikeluarkan. Banyak anak-anak remaja yang terbujuk oleh rayu kehidupan fana dan tidak jarang putus sekolah karena kecelakaan sewaktu pacaran atau hamil diluar nikah. Kalangan remaja jaman sekarang sangat memprihatinkan dan jauh dari sifat remaja-remaja jaman dahulu. Memang mereka suka mencari hal-hal yang menguntungkan dirinya, sehingga banyak moral yang rusak diantara kaum remaja, pelajar, dan terpelajar.
Banyaknya gadis yang hamil diluar nikah, kemudian menikah karena terpaksa demi menutupi aib kehamilannya itu, merupakan akibat buruk dari longgarnya pacaran yang dilakukan remaja jaman sekarang. Sebenarnya mereka tahu bahwa sepenuhnya agama merupakan pedoman untuk membenuk akhlak budi pekerti, akan tetapi semua itu dikalahkan oleh rayuan-rayuan belaka. Hampir sekian remaja ABG dari SMP, SMA, bahkan Mahasiswa pernah melakukan hubungan seks diluar nikah. Inilah budaya yang akan merusak moral generasi penerus bangsa.
II. Rumusan Masalah
- Apakah Pacaran itu ?
- Mengapa harus pacaran sebelum menikah dan apa dampaknya bagi remaja ?
- Bagaimana pacaran menurut pandangan islam?
III. Penjelasan
1. Pacaran adalah suatu ikon perang pemikiran, sifat saling mencintai dan mengasihi, merupakan pengaruh dari kebudayaan barat yang dibawah masuk ke Indonesia untuk merubah menanamkan pola fikir yang salah pada generasi muda jaman sekarang. Disini banyak dari mereka yang mengartikan berbagai hal dalam masalah pacaran, dari mereka ada yang mengartikan bahwa pacaran memiliki fungsi banyak sekali misalnya tujuan utama dari pacaran adalah saling mengenal dan saling menyempurnakan, saling mengerti, berusaha menjadi pasangan yang terbaik, dan persiapan untuk ajang pencarian pendamping hidup yang pas.
2. Pacaran merupakan waktu saling mengisi kekosongan, saling menasehati, saling belajar mencintai, dan lain sebagainya. Tapi, justru itu yang menjadi kesalahan berfikir yang dibawah oleh musuh-mush islam atau moral agama, mereka salah faham, islam tidak mengajarkan pacaran. Sehingga mereka dating dengan sebuah sesuatu yang menjanjikan kesenangan dan sesuai dengan nafsunya. Semua aturan yang dilarang justru dilanggar dan siterapkan atau dipraktekkan dalam pacaran.
Laki-laki dan perempuan bisa saling mengasihi dan menyayangi tanpa hubungan pernikahan yang sah. Bahkan ada juga yang bilang laki-laki dan perempuan bias saling menyayangi dan mengasihi serta melakukan hal bersama-sama, dan semua penyelewengan sudah terjadi. Anak remaja jaman sekarang banyak yang menganggap remeh dan biasa serta sulit dinasehati, mereka saling melayani dalam berbuat maksiat dengan bersentuhan, berciuman, dan bahkan bermesuman. Mereka dengan mudahnya melanggar larangan-larangan Allah, mungkin pada awalnya, mereka bersama hingga nantinya setan menggoda untuk tidur bersama.
Dengan berkembangnya teknologi, sebagian remaja menonton televisi, bermain internet atau browsing, melihat video, dan media massa yang menyebarkan hal-hal negatif, seksualitas, kekerasan rumahtangga dan lain sebagainya. Mereka akan terpengaruh oleh apa yang dilihat, positif atau negatif, jika mereka melihat artis atau penyanyi idolanya merokok, maka mereka akan terpengaruh ikut merokok, dan apabila idolanya itu bergandeng-gandengan dengan pacarnya, kemungkinan juga mereka akan menirunya. Semua tayangan media massa yang tidak mendidik seharusnya dihapus dan digantikan acara-acara yang lebih bermanfaat untuk membangun kaum remaja sebagai generasi mendatang.
Banyak anak remaja yang malu dikatakan tidak laku oleh temaan-teman mereka karena tidak mempunyai pacar, akibatnya para remaja berbondong-bondong ingin memiliki pacar dan bersenang-senang dengannya sebagai topeng penutup rasa malu dan penambal rasa gengsi belaka. Pacaran jaman sekarang seolah sudah menjadi tren masa kini, yang tanpa itu remaja belum puas akan keinginan-keinginan mempunyai pasangan untuk berbagi keluh kesah.
Dampak dari pacaran yaitu akan berpengaruh pada prestasi belajar yang akan berantakan, banyak orang yang gagal dalam prestasi belajar hanya karena saat membaca atau dalam mengikuti pelajaran tidak konsentrasi atau tidak fokus terhadap apa yang dipelajari, gairah belajar akan hilang dan lebih senang menghabiskan waktu berdua-duaan, smsan, telpon-telponan, daripada belajar dan mengerjakan tugas rumah. Pergaulan dengan teman-teman sebaya atau masyarakat menjadi tertutup dan menyempit karna lebih mementingkan waktu untuk berdua dan makin lama makin tergantung dengan pacar, depresi jika sedang bermasalah dengan pacar sehingga semua kerjanya berantakan, trauma akan masa lalu atau dengan pacarnya yang mengakibatkan mereka terpuruk dalam kesedihan yang berlarut-larut, terkena Eids jika salah satu dari mereka mengidap penyakit dan melakukan hubungan diluar pernikahan, ketagihan akan kenikmatan-kenikmatan yang ada dalam sebuah hubungan pacaran, dan bias saja hamil diluar nikah kemudian membuat penyesalan yang tidak akan kembali.
3. Pacaran menurut pandangan islam adalah tidak ada atau tidak dikenal dalam islam, hubungan percintaan atara seorang lelaki dan perempuan sebelum menikah dikenal dengan istilah “ khitbah “ atau meminang. Ketika seorang lelaki menyukai seorang perempuan, maka dia harus mengkhitbahnya dengan maksud akan menikahinya pada waktu yang telah ditentukan. Selama dalam masa itu keduanya harus menjaga agar tidak sampai melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh islam, seperti halnya berdua-duaan, memperbincangkan aurat, menyentuh,mencium, memandang dengan nafsu, dan melakukan selayaknya sepasang suami istri.
Ada beberapa perbedaan yang mencolok antara pacaran dengan khitbah, Pacaran tidak berkaitan dengan rencana pernikahan, sedangkan khitbah sudah jelas untuk menuju sebuah pernikahan yang sah. Persamaannya adalah memiliki rasa ketertarikan atara laki-laki dan perempuan. Dalam masa khitbah, pergaulan antara lelaki dan perempuan ada dalam batasan-batasan menuru agama islam yang sudah ditentukan. Jika melakukan hal-hal yang dilanggar oleh aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh islam maka hukumnya haram.
Jika seseorang menyatakan cinta pada lawan jenis mereka yang tidak dimaksudkan untuk menikahinya dalam waktu dekat, hukumnya belum dikatakan haram, karena rasa cinta itu adalah fitrah yang diberikan Allah. Sebagaimana dalam firman_Nya berikut: Dan tanda-tanda kekuasaan_Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan_Nya di antaramu rasa kasih dan saying. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar-Rum: 21).
Allah telah menjadikan perasaan cinta dalam diri kita baik pada laki-laki maupun perempuan. Dengan adanya rasa cinta, kita bias hidup berpasang-pasangan. Adanya sebuah ikatan pernikahan tentu didahului oleh rasa saling cinta, atau ketertarikan satu sama lainnya, Seandainya tidak ada rasa cinta, pasti tidak ada orang yang akan mau membangun sebuah rumah tangga. Sepertihalnya binatang, mereka memiliki instink seksualitas tetapi tidak memiliki rasa cinta, sehingga setiap kali bias bergonta ganti pasangan. Hewan tidak membangun rumah tangga. Menyatakan cinta sebagai kejujuran hati tidak bertentangan dengan syariat islam. Karena tidak ada satupun ayat atau hadis yang kuat melarangnya. Islam hanya memberikan sebuah batasan-batasan antara yang boleh dan yang tidak boleh dalam hubungan laki-laki dan perempuan yang bukan pasangan suami istri.
Di antara batasan-batasan tersebut ialah:
1. Tidak berbuat yang mengarah pada perzinahan. Allah berfirman, Dan jaganlah kamu mendekati zina:” sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-Isra`: 32).
1. Tidak berbuat yang mengarah pada perzinahan. Allah berfirman, Dan jaganlah kamu mendekati zina:” sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-Isra`: 32).
2. Tidak menyentuh perempuan yang bukan mahramnya, Rasullullah SAW bersabda, “ Lebih baik memegang besi yang panas daripada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya ( kalau ia tahu akan berat siksaannya)”.
3. Tidak berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, Nabi SAW bersabda, “ Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang bukan mahramnya, karena ketiganya adalah setan”. (HR. Ahmad).
4. Harus menjaga pandangan, sebab mata kuncinya adalah hati. Dan pandangan itu membuat fitnah yang sering membawa kepada zina. Oleh karena itu Allah berfirman: “ Katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan mereka “. (QS. AQN-Nur: 30-31).
5. Menutup Aurat diwajibkan untuk kaum wanita untuk menjaga aurat dan dilarang memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya. Dalam hadis dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang memperlihatkan lekuk tubuh, memakai minyak wangi yang baunya semerbak, memakai “make Up” dan sebagainya setiap langkahnya dikutuk oleh para malaikat, dan setiap laki-laki yang memandangnya sama dengan berzina dengannya. Dihari kiamat perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga ( apalagi masuk kedalam surga).
Selagi batasan diatas tidak dilanggar maka hukum pacaran boleh, akan tetapi anak mudah jaman sekarang persoalannya lain dengan remaja- remaja jaman dahulu, pacaran tanpa berpandang-pandangan, berpegangan, bercandaria, berciuman, dan bahkan melakukan hal diluar nikah sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh remaja-remaja yang kurang didikan akan spiritualnya atau keagamaannya oleh orang tuanya terutama.
Istilah pacaran yang dilakukan oleh anak-anak remaja sekarang ini tidak ada dalam Islam. Yang ada dalam Islam ada yang disebut “Khitbah” atau masa tunangan. Masa tunangan ini adalah masa perkenalan, sehingga kalau misalnya setelah khitbah putus, tidak akan mempunyai dampak seperti kalau putus setelah nikah. Dalam masa pertunangan keduanya boleh bertemu dan berbincang-bincang di tempat yang aman, maksudnya ada orang ketiga meskipun tidak terlalu dekat duduknya dengan mereka.
Kalau dilihat dari hukum Islam, pacaran yang dilakukan oleh anak-anak atau kaum remaja sekarang adalah haram. Mengapa haram? Karena pacaran itu akan membawa kepada perzinahan dimana zina adalah termasuk dosa besar, dan perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah. Oleh karena itu ayatnya berbunyi sebagaimana yang dikutip di awal tulisan ini. Ayat tersebut tidak mengatakan jangan berzina, tetapi jangan mendekati zina, mengapa demikian ? Karena biasanya orang yang berzina itu tidak langsung, tetapi melalui tahapan-tahapan seperti : saling memandang, berkenalan, bercumbu kemudian baru berbuat zina yang terkutuk itu.
Sebagaimana kita yakini sebagai seorang muslim bahwa segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah, mesti mempunyai dampak yang negatif di masyarakat. Kita lihat saja di sekitar tempat tinggal atau tempat-tempat lain, bagaimana akibat karena adanya apa yang disebut dengan free sex, timbul berbagai penyakit. Banyak anak-anak yang terlantar, anak yang tidak mengenal ayahnya, sehingga timbul komplikasi jiwa dan sebagainya.
V. Cara Mengatasi
Lingkungan keluarga harus saling mengingatkan dan menetapkan aturan-aturan jam pagi hingga malam, orang tua harus lebih intensif dalam mendidik anak-anaknya dengan pendidikan moral agama, memberi contoh yang baik, serta mengawasi pergaulan anaknya. Membatasi gerak gerik tingkah anak-anaknya agar tidak terpengaruh oleh rayuan yang negatif, seorang remaja harus sadar dan menutup aurat, menjaga pandangan, tegas dalam berbicara, menjaga jarak tidak bersentuhan, tidak berdua-duaan dan mampu membedakan mana pergaulan yang baik dan tidak baik, memilih teman dalam pergaulan sehari-hari yang dapat dengan mudah mempengaruhi sifat perilaku remaja, menikah supaya bias menjaga diri dari maksiat, mendekatkan diri kepada Allah, bersosialisasi dengan masyarakat.
Dan ingat bahwa Allah telah menjanjikan kepada para anak muda yang sabar menahan pacaran dan zina yaitu dengan bidadari, yang kalau satu diantaranya menampakkan wajahnya ke alam dunia ini, setiap laki-laki yang memandangnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
